11 Mei 2008, pukul 21.57
Lampu kapal berwarna biru itu berkelap-kelip di tengah lautan di Desa Les, Bali. Kedip lampu itu seperti detak jantung kehidupan yang mengalirkan darah ke suluruh sendi hidup nelayan-nelayan pantai utara Bali ini.
“Saat ini ikan sedang sulit di cari, alam sedang tidak begitu ramah” ucap Nengah Arsana. Kapal-kapal bercedik itu diam bisu ditemani hantaman ombak yang bergemuruh, seperti mengamini keluh-kesah nelayan ini.
Bahasa alam ini mengingatkan ku pada suara dari pucuk pemerintahan negeri ini, “bulan depan harga BBM akan dinaikkan”. Terbayang oleh ku wajah –wajah nelayan di seluruh negeri ini…terbersit keyakinanku bahwa setiap manusia mempunyai kemampuan untuk beradaptasi. Tapi akan seberapa cepat? Mampukah mereka menaikkan harga produk mereka? Atau pasar akan menekan mereka?
Teringat sebuah lagu :
“pak nelayan tak gentar akan darmanya, demi kita yang membutuhkan pangan”
12 Mei 2008, Pukul 02.00
Kelap-kelip lampu biru itu semakin lambat detaknya…dan mulai meredup…
0 comments:
Post a Comment