Tuesday, January 19, 2010

Kita Peduli - Festifal STOS III

Rekan-rekan yang baik,

Kerusakan lingkungan, degradasi masalah sosial-ekonomi terus berlangsung. Dan telah banyak upaya yang kita lakukan untuk menanggulanginya, dari sentuhan pribadi hingga proyek milyaran rupiah yang dilakukan pendana besar. Apakah hal diatas masih terus berlanjut, ....

Silahkan gabung bersama kami untuk melihat dari beberapa jendela dunia peristiwa-peristiwa yang mungkin ada di sekitar kita.


South To South Film Festival 2010, KITA PEDULI
http://www.stosfestival.org

South to South (StoS) Festival Ketiga - festival film lingkungan dua
tahunan, akan menggelar 23 Film Terpilih, pameran foto, bincang-bincang
dengan para pesohor, menikmati Musyik Asyik pada 22 - 24 Januari 2010 di
Goethe-Institut dan CCF Jakarta. Film-film dari Indonesia, Brazil, Peru,
Kanada, Inggris hingga Amerika Serikat ini akan mengajak anda peduli –
Kita Peduli, seperti tema Festival ini.


Kami mengundang Bapak/ibu/sdr menghadiri Pembukaan StoS Film Festival
2010, pada :
Hari/Tanggal: Jum'at, 22 Januari 2010
Jam : 18.00 WIB - selesai
Tempat : Goethe-Institut, Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng Jakarta.


Agenda Acara :
18.00-19.00 : Ramah Tamah
19.00- 19.30: Pembukaan
Musik Pembuka : A.S.A.P. Orbit To Planet 99 – Rock-Lung
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Direktur Goethe Institut
Sambutan & Pembuka Acara : Bapak Gusti Hatta, Menteri Lingkungan
Hidup RI
20.30- Selesai : Pemutaran Film Pembuka : Anak-anak Lumpur & The Age of
Stupid


Kontak informasi : Luluk Uliyah 0815 9480 246
---------------
Sekretariat South to South (StoS) Film Festival 2010
Jl. Mampang Prapatan II/30 RT 04/RW 07 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021-7941559
Email : stosfilmfestival@gmail.com
Website: www.stosfestival.org
Facebook: South to South Festival 2010


South to South Festival 2010 diselenggarakan oleh :
JATAM, WALHI, Gekko Studio, Ecosisters, KIARA, Sawit Watch, CSF,
Solidaritas Perempuan, SBIB, CCF Jakarta dan Goethe Institut


South to South Festival 2010 didukung oleh :
Consina, Inspirit, MPBI, HFI, FWI, Bali Fokus, GEF SGP Indonesia,
Yappika, Yayasan Kemala, ICEL,Satu Dunia,Komunitas Fotografi Bogor(KFB),
SKRAF, Michelin Records, IHI, PIKUL, BCI


Media partner :
Green Radio, Greeners Magazine, Majalah Forum, Radio Agri FM, VHR Media,
ElShinta TV, Flick Magazine, Change Magazine


Read More...

Sunday, November 22, 2009

Pelatihan Film Dokumenter untuk Kampanye (bag 3)

Pelatihan berlangsung dengan penuh semangat dan keinginan untuk dapat membawa pulang video kampanye sesuai dengan sasaran target organisasi masing-masing Peserta. Latar belakang Negara, Budaya dan organisasi yang berbeda berbaur menjadi satu semangat “Happy Video Making” whatever you are.

Nampak wajah-wajah ceria sekaligus sedih pada saat sesi penutupan karena seolah-olah waktu 8 hari yang disiapkan berlalu dengan cepat. Masih banyak teori dan gambar-gambar yang belum di shot...culture nite yang dijanjikan akan berlangsung pada malam terakhir terlewati oleh keasyikan mengedit film dan proses mixing.

Banyak cerita dan pengalaman berbagi pada saat Pelatihan berlangsung. Dari persamaan kata dan istilah Indonesia dengan bahasa tagalog Philipina, keragaman Indonesia dan Papua Nugini apalagi dengan Malaysia. Salah satu peserta dari Malaysia ketinggalan pesawat di hari berikutnya dengan begitu Dia pun dapat berlama-lama di Indonesia untuk sekedar mengambil gambar dan ber-pusing-pusing istilah malaysia untuk jalan-jalan di Bogor dan Jakarta diantar oleh peserta dari Indonesia

Terima kasih disampaikan kepada semua rekan-rekan yang meluangkan waktu dan energinya untuk kelancaran Pelatihan ini.

Read More...

Saturday, November 21, 2009

Pelatihan Film Dokumenter untuk Kampanye (bag 2)

Pemilihan tempat di Griya Insan Cendekia dan kedekatan komunitas di sekitaranya diharapkan dapat menjadi bagian integral dari proses pelatihan ini. Di sisi teknis, tentunya film yang dibuat pun harus menggunakan estetika seni film dengan tidak meninggalkan unsur target capaian dan kebenaran sebuah peristiwa. Dengan pengalaman yang dilakukan-nya dari pertengahan tahun 1990-an, tentunya film yang diproduksi sebagai media kampanye telah ber-metamorfosa tidak hanya sekedar karya teknologi audio-visual, melainkan film dokumenter kelas festifal dunia. Dengan perkembangan teknologi yang semakin baik dan murah, saat ini mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk audio-visual bukanlah kemewahan. Kenyamanan melihat dan kebenaran suatu peristiwa dapat langsung dirasakan dengan teknologi audio-visual ini, sangat berbeda dengan bentukan media cetak yang umum digunakan pada tahun-tahun berselang.

Telapak melalui Gekkostudio ( www.gekkovoices.com ) dan Kotahujan.com telah menggunakan film sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses kampanye yang dikemukakan. Dengan bantuan teknologi ini, percepatan proses advokasi mampu menjangkau masyarakat luas dan secara tidak langsung mendorong terbentuknya perubahan paradigma target sasaran. Telapak dan NPA (Nature and Poverty Alliance) yang merupakan gabungan dari beberapa institusi dari berbagai belahan dunia melihat Pentingnya Pelatihan ini dengan serius. Dari World Conservation Union (IUCN), WWF, CELFOR, dan NTFP Exchange Program, lembaga tingkatan dunia hingga lembaga-lembaga di tingkatan lokal (nasional) seperti Sahabat Alam Malaysia, Walhi, dan Sawit Watch.

Lokasi Pelatihan di Griya Insan Cendekia Jl. Arzimar I / 16 – B Bantar jati Bogor Utara 16152. merupakan lokasi yang strategis untuk pelatihan ini. Komunitas masyarakat mandiri (BT Radio, Taman Bacaan Tegal Gundil dan Kampoeng Bogor) sebagai prakarsa warga di wilayah tersebut, komunitas pedagang, komunitas LSM (Salam dan Kalam), serta pranata sosial lainnya turut serta menjadi bagian dari pelatihan ini untuk berbagi pengalaman dalam mendokumentasikan peristiwa dan merubahnya menjadi karya audio-visual yang baik.

Read More...

Friday, November 20, 2009

Pelatihan Film Dokumenter untuk Kampanye (bag 1)

Keterlibatan saya dalam Program pelatihan Film Dokumenter ini sebagai seorang Kepala Sekolah yang berubah menjadi seorang Governor pada saat program dimulai.

Dimulai dengan pertemuan singkat di Kedai Telapak Gedung Alumni IPB Baranangsiang dengan Rahmawati Retno Winarni ( Wiwin ) Liaison Officer NPA
( Nature and Poverty Alliance ) bersama dengan Ridzki Rinanto Sigit, Alex Tege dan Dwi Lesmana, kami berdiskusi mulai dari Scheduling Program Pelatihan Film Dokumenter untuk Kampanye sampai preparation untuk 14 peserta pelatihan dari Indonesia 7 peserta, Papua Nugini 3 peserta , Philippina 3 peserta , dan Malaysia 1 peserta.

Pelatihan teknik penggunaan kamera dan editing film yang dilaksanakan 30 Oktober 2009 - 6 November 2009 selama seminggu ini bertujuan agar peserta mampu mendayagunakan teknologi audio-visual ini menjadi film-film yang sesuai target sasaran. Pelatihan yang dijadwalkan dari Jam 09.00 – 17.00 setiap harinya berlangsung dengan penuh kegairahan peserta terlebih pada editing session dimana peserta dan instrukturnya tanpa terasa bekerja samapai jam 02.00 dini hari jika tidak karena butuh energi baru untuk melanjutkan session selanjutnya kelas bisa sampai pagi berikutnya. Ada usulan dari beberapa peserta untuk melaksanakan program ini dengan waktu 2 Mingguan untuk lebih fokus menyelesaikan video program yang masing-masing group presentasikan di hari terakhir program.

Dukungan Instrukture yang handal dari rekan-rekan Gekkoers : Nanang Sujana, Een Irawan Putra, Mely Nurmawati, Yudi, Perwakilan dari ASTEKI : Alexius Tege serta rekan-rekan dari Kotahujan.com : Agung Adriyanto Widodo dan Anggit. Membuat materi-materi Pelatihan tersampaikan dengan teori dan praktek langsung tentang Video Making.

Read More...

Saturday, July 25, 2009

Kompetisi Bersih Ciliwung



Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. Diharapkan kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di Kota Bogor. Penyelenggaraannya dilakukan sebagai bagian dari upaya penggalangan kesadaran publik Kota Bogor untuk memperbaiki kondisi lingkungan Sungai Ciliwung.

Ciliwung Bersih, Warga Merdeka

Tujuan kegiatan:
1. Berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-64.
2. Menggalang kesadaran warga dalam perbaikan kondisi lingkungan pada sungai bersejarah di Kota Bogor (Sungai Ciliwung).
3. Menginisiasi sebuah aksi tahunan warga Bogor dalam menjaga kebersihan dan keindahan Sungai Ciliwung.

Hasil yang diharapkan:
1. Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
2. Terselenggaranya kegiatan tahunan pembersihan lingkungan Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
3. Adanya peliputan media massa lokal dan nasional pada kegiatan pemulungan sampah Sungai Ciliwung oleh warga Kota Bogor.
4. Adanya keterlibatan warga masyarakat di sepanjang aliran Sungai Ciliwung (Bogor) dalam bentuk dukungan tenaga dan finansial terhadap setiap upaya perbaikan lingkungan di Sungai Ciliwung.
5. Pada hari H kompetisi, seluruh warga di kelurahan di sepanjang sungai ciliwung turun ke sungai ciliwung dan bisa memperhatikan kondisi ciliwung saat ini. Tidak kurang dari 500 orang yang akan melihat kondisi ciliwung dalam waktu yang bersamaan dan melakukan aksi bersih ciliwung.

Bentuk kegiatan:
1. Kompetisi aksi pemulungan sampah antar kelurahan di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor.
  • Lokasi kompetisi berada di masing-masing wilayah administratif kelurahan yang dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung. Lokasi tersebut akan ditentukan oleh Komunitas Peduli Ciliwung berdasarkan hasil pengamatan lapangan mengenai konsentrasi tumpukan sampah. Kelurahan-kelurahan yang akan menjadi peserta kompetisi adalah: (1) Kelurahan Katulampa, (2) Kelurahan Sukasari (Sukamulya), (3) Kelurahan Lebak Pasar (Pulo Geulis), (4) Kelurahan Baranangsiang (Jalan Riau), (5) Kelurahan Sempur (Lebak Kantin - Kampung Rambutan), (6) Kelurahan Bantarjati (Pasar Warung Jambu), (7) Kelurahan Kedung Badak (Perumahan Kedung Badak Baru), (8) Kelurahan Sukaresmi, dan (9) Kelurahan Kedung Halang (Pangkalan II).
  • Waktu penyelenggaraan (Hari H): Minggu, tanggal 16 Agustus 2009, kompetisi dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 11.00 BBWI.
  • Peserta lomba adalah warga masyarakat di kesembilan kelurahan sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Bogor. Setiap kelurahan mengutus (minimal 45 orang warganya) untuk mengikuti kompetisi. Setiap peserta diwajibkan memakai atribut kompetisi yang akan disediakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung.
  • Peserta lomba dari setiap keluaharan wajib mengajak keterwakilan dari setiap RT yang ada di kelurahan tersebut.
  • Penilaian pemenang dilakukan di setiap lokasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan Dinas Cipta Karya dan Lingkungan Hidup Kota Bogor pada tanggal 16 Agustus 2009. Persyaratan penilaian:
    • Jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang dikumpulkan
    • Keterwakilan warga di setiap kelurahan
    • Dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil)
    • Pemenang lomba adalah peserta lomba yang berhasil mengumpulkan point terbanyak dari tim penilai
  • Pengumuman pemenang kompetisi dilakukan di Balai Kota Bogor, pada saat Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-64 tanggal 17 Agustus 2009.
  • Kompetisi ini memperebutkan “Piala Bergilir Ciliwung Bersih” dari Walikota Bogor dan sejumlah hadiah dari Komunitas Peduli Ciliwung. Hadiah yang disediakan adalah:
    • Juara I : uang kebersihan lingkungan dan sungai sebesar Rp 5.000.000
    • Juara II: uang kebersihan lingkungan dan sungai sebesar Rp 3.500.000
    • Juara III: uang kebersihan lingkungan dan sungai sebesar Rp 2.000.000
  • Sampah yang dikumpulkan selanjutnya dibuang di TPA Galuga dengan bantuan kendaraan operasional dari Dinas Cipta Karya dan Lingkungan Pemerintah Kota Bogor.


2. Peliputan kegiatan oleh media massa lokal dan nasional:
  • Komunitas Peduli Ciliwung akan menjalin komunikasi dengan wartawan dan/atau dewan redaksi media massa untuk peliputan. Kegiatan persiapan ini dilakukan (maksimum) 2 minggu menjelang penyelenggaraan kompetisi.
  • Peliputan dilakukan saat pelaksanaan kompetisi (16 Agustus 2009) dan pengumuman pemenang (17 Agustus 2009).
  • Pemberitaan melalui press release dan blog www.tjiliwoeng.co.cc
  • Pendokumentasian foto dan video oleh Komunitas Peduli Ciliwung.


Contact Person:
Een Irawan Putra
Mobile 08159753580
Email: irawanputra@gmail.com

Melly Nurmawati
Mobile 081574697006
Email: mnurmawati@gmail.com

Sumber=
http://www.tjiliwoeng.co.cc/2009/07/kompetisi-bersih-ciliwung.html

Read More...